Home Arsip Email Bukutamu Komentar Galeri Ad-Info Profil Statistik
    Wartawan Fajar tidak diperkenankan menerima imbalan dalam bentuk apapun pada setiap kegiatan peliputan  -  Belasan sopir pete-pete jurusan SMA 5 kode I berunjuk rasa di DPRD Makassar. Mereka menuntut pemerintah kembali menaikkan tarif sewa dari Rp2300 menjadi Rp2700 per penumpang.  -  Kasus dugaan kredit fiktif yang melibatkan ratusan debitur tidak berpengaruh terhadap arus pencairan kredit BNI.  -  Aksi unjuk rasa menentang kenaikan harga BBM kembali digelar sejumlah elemen mahasiswa hari ini, Kamis (5/6).   -  
  

» search
  
 
  Google Fajar

» headline
Ilham Risau, Disdik Salah Rekap
MAKASSAR -- Walikota Makassar, Ilham Arif Sirajuddin, risau dengan tingginya persentase ketidaklulusan ujian nasional siswa SMA dan sederajat. Tahun ini, Makassar di posisi paling buncit dengan tingkat ketidaklulusan mencapai 16 persen.
Petani Sayur Organik Bidik Pasar Modern
MAKASSAR - Petani palawija yang mengembangkan sayur organik di Kecamatan Camba, Maros, mulai melirik pasar hypermarket untuk memasarkan hasil pertaniannya. Pemasaran sayuran tanpa pestisida itu mendapat dukungan mediasi dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel.
Nasib Hanafing Belum Jelas
MAKASSAR -- Berakhirnya kompetisi Djarum Indonesia Super League (DISL) membuat status arsitek tim Hanafing pun berakhir. Hanafing membutuhkan perpanjangn kontrak jika ingin meneruskan status sebagai pelatih Pasukan Ramang.

Rizal Tantang Kandidat Capres Berdebat 33 Kali
(23 Aug 2008, 207 x , Komentar)

Berharap Dukungan PDIP dan Golkar

MAKASSAR -- Kandidat calon presiden (Capres) Rizal Mallarangeng mulai buka rahasia. Dia sangat percaya diri maju di Pilpres 2009 dengan mengandalkan dua partai besar, yakni PDIP Perjuangan dan Partai Golkar. Dia sangat berharap kedua partai besar itu akan mendukung dirinya.
Kepada wartawan di Rumah Makan Bahari, Makassar, Jumat 22 Agustus, saudara kandung juru bicara Presiden SBY Andi Alifian Mallarangeng itu mengatakan dirinya belum bisa bicara banyak soal partai. Namun, dia mengaku sudah mengantongi beberapa partai.

"Kalau saya ditanya, mau maju lewat partai apa, saya baru bisa menjawabnya secara pasti delapan bulan dari sekarang," kata putra kelahiran Makassar yang kini berusia 44 tahun itu.

Tetapi, Rizal yakin PDIP dan Golkar berpeluang mendukung dirinya. Menurutnya, Ketua Umum DPP Partai Golkar HM Jusuf Kalla belum pasti akan maju pada Pilpres 2009. Begitu pula dengan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

Direktur Freedom Institute itu mengatakan jika JK tak lagi berpasangan dengan SBY, maka besar kemungkinan Partai Golkar akan lebih memilih memberi kesempatan kepada figur muda. Nah, Rizal akan memanfaatkan peluang tersebut.

Bagaimana dengan PDIP? Mantan konseptor pidato Megawati itu mengatakan, Mega masih akan melihat hasil survei terakhir Maret-April 2009 sebelum menentukan sikap. Jika ternyata elektibilitasnya tak memadai, besar kemungkinan Mega juga mundur.

Faktor kedekatan antara Rizal Mallarangeng dengan Megawati sangat mungkin membuat PDIP mengarahkan dukungannya kepada Rizal untuk maju sebagai capres. Selain PDIP dan Golkar, Rizal mengaku telah dipinang sejumlah partai, namun masih dirahasiakan.

Soal berbagai keraguan yang menyertai upayanya menjadi kandidat capres, Rizal memakluminya. Namun, katanya, untuk menilai apakah dirinya layak menjadi pemimpin nasional, dirinya siap berdebat dengan kandidat capres lainnya.

"Ada usulan debat 10-15 kali. Tetapi, bagi saya itu terlalu sedikit. Sebaiknya diadakan 33 kali, yakni dilakukan di setiap ibu kota provinsi di Indonesia karena banyak sekali permasalahan yang dihadapi bangsa ini," katanya.

Melalui debat itu, lanjutnya, kapasitas kandidat capres bisa diketahui. Dia juga mempersilahkan masyarakat menilai dirinya melalui life history atau track record-nya. Dia juga mengatakan tidak takut gagal di Pilpres 2009. Jika gagal, maka dia akan maju lagi pada 2014.

Mengaku Kalah Populer

MAKASSAR--Rizal Mallarangeng mengaku kalah populer dibanding kakaknya Alifian Mallarangeng. Hasil survei terakhir menyebutkan jubir presiden itu menjadi figur muda terpopuler. Keterkenalannya mencapai 80 persen. Dia dikenal oleh delapan dari 10 orang Indonesia.

Namun, Alifian memastikan tidak akan maju sebagai capres. Alasannya, dia tidak ingin mengkhianati atasannya Presiden SBY. Alifian memilih memberi restu kepada adiknya Rizal untuk maju sebagai capres. "Saya sedikit buka rahasia keluarga," kata Rizal.

Namun, berkat iklan yang dia sebut iklan Trilogi Harapan Baru, popularitas Rizal terus naik. Melalui tagline "if there is will, there is way", perlahan-lahan Rizal mulai dikenal di seluruh Indonesia. Kampanye tak hanya dilakukan melalui iklan tv, tetapi juga melalui situs www.youtube.com, tulisan di media massa, dan berbagai buku karyanya.

Iklan yang paling berkesan adalah yang dibuat di Banda Neira, tempat pengasingan tokoh pergerakan nasional seperti Dr Tjipto Mangunkusumo. Sejarah itu yang senantiasa memberi spirit bagi Rizal untuk mendobrak stagnasi kepemimpinan nasional.

Rizal mengaku maju demi regenerasi kepemimpinan nasional. Selama ini, pilihan kepemimpinan nasional masih berkutat pada tokoh senior. Mereka antara lain Gus Dur, Amien Rais, SBY, Jusuf Kalla, Megawati, Wiranto, dan Prabowo Subianto. (sap)



  Tambah Komentar
Nama  
Email  
Lokasi  
Komentar
Tulis ulang kode disamping

Ekonomi Bisnis Teknologi Informasi
Produksi Minyak 970 Ribu BPH
Petani Sayur Organik Bidik Pasar Modern
Sahid Klaim Rebut 30 Persen Pasar Hotel
Didukung Bluetooth Speakerphone
Turunkan Cover, Gambar Bisa Direkam
Intertainer Paling Dasyat
Internasional Nasional
Sultan Sakit, Istana Kelantan Sepi
Prahara Manohara Tak Seheboh Siti Hajar
29 Bocah Tewas di Tempat Penitipan Anak
Pengumuman UN SMK Bermasalah
Makassar Terpuruk, Wajo Terbaik
2010, Gaji Guru Naik 100 Persen
Lawan Korupsi Politika
BPKP Periksa Kadis Sosial Luwu
Germak Beberkan Isu Suap di Kejati
BAP Ali Palembang Belum Dilimpahkan
Tiga Anggota KPU Dipecat, Tiga Nonaktif
PDK Bentuk Tim Sukses Hingga Kecamatan
Tim Mega Patungan Buat Baliho
Menakar Kredibilitas Capres
Oleh: Andi Haris (Dosen Sosiologi Politik Universitas Hasanuddin)

Pemilihan presiden (pilpres) akan dilaksanakan dalam beberapa waktu ke depan. Tiga calon yang bakal menduduki sebagai posisi nomor satu di republik ini, sama-sama telah menebar berbagai janji dan programnya. Bukan cuma itu, berbagai spekulasi politikpun bermunculan terutama yang dirilis melalui media massa.
Dari Pengurangan Gaji hingga Outsourcing Percetakan
Catatan: Sukriansyah S Latief

Runtuhnya Kejayaan Media Cetak di Amerika Serikat (2-Selesai)

BERBAGAI cara dilakukan media cetak di Amerika untuk bisa tetap bertahan di masa sulit ini.
Meredam Perselisihan Geng Sekolah
HAMPIR setiap sekolah di Kota Daeng tercinta yang sangat terkenal dengan Coto Makassarnya ini memiliki gang sekolah. Yups, apalagi kalau bukan suatu komunitas yang mengatasnamakan dasar dari solidaritas antar teman. Maybe salah satu dari mereka adalah geng kamu sendiri.

» rubrik
Metro   
Sportif   
Keker   

» wawancara
Ajak Capres Berkompetisi Secara Sehat
Oleh: Sekretaris Tim Kamda SBY-Boediono di Sulsel, Haidar Majid

PILPRES semakin dekat. Tim pemenangan masing-masing paket pun semakin menggencarkan aksi penggalangan dukungannya. Tak terkecuali tim SBY-Boediono.

Ingin Berlangganan
HUB: SIRKULASI
Telp: 0411-440222

Fajar Online
Jl. Racing Centre No. 101
Makassar-Indonesia

Phone:
0411-441441

Fax:
0411-441224 (umum)
441225 (redaksi)
440234 (iklan)
Email:
redaksi@fajar.co.id


Home Arsip Email Iklan Baris Bukutamu Komentar Galeri Ad-Info Profil Statistik