Home Arsip Email Bukutamu Komentar Galeri Ad-Info Profil Statistik
    Wartawan Fajar tidak diperkenankan menerima imbalan dalam bentuk apapun pada setiap kegiatan peliputan  -  Belasan sopir pete-pete jurusan SMA 5 kode I berunjuk rasa di DPRD Makassar. Mereka menuntut pemerintah kembali menaikkan tarif sewa dari Rp2300 menjadi Rp2700 per penumpang.  -  Kasus dugaan kredit fiktif yang melibatkan ratusan debitur tidak berpengaruh terhadap arus pencairan kredit BNI.  -  Aksi unjuk rasa menentang kenaikan harga BBM kembali digelar sejumlah elemen mahasiswa hari ini, Kamis (5/6).   -  
  

» search
  
 
  Google Fajar

» headline
Ilham Risau, Disdik Salah Rekap
MAKASSAR -- Walikota Makassar, Ilham Arif Sirajuddin, risau dengan tingginya persentase ketidaklulusan ujian nasional siswa SMA dan sederajat. Tahun ini, Makassar di posisi paling buncit dengan tingkat ketidaklulusan mencapai 16 persen.
Petani Sayur Organik Bidik Pasar Modern
MAKASSAR - Petani palawija yang mengembangkan sayur organik di Kecamatan Camba, Maros, mulai melirik pasar hypermarket untuk memasarkan hasil pertaniannya. Pemasaran sayuran tanpa pestisida itu mendapat dukungan mediasi dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel.
Nasib Hanafing Belum Jelas
MAKASSAR -- Berakhirnya kompetisi Djarum Indonesia Super League (DISL) membuat status arsitek tim Hanafing pun berakhir. Hanafing membutuhkan perpanjangn kontrak jika ingin meneruskan status sebagai pelatih Pasukan Ramang.

Karebosi Dipagari
(05 Oct 2008, 174 x , Komentar)

Pemkot Berdalih Demi Kenyamanan Pengunjung

MAKASSAR -- Revitalisasi karebosi kini hampir rampung. Carrefour, yang berada di karebosi bahkan kini sudah mulai beroperasi. Tapi seiring jalannya proyek, keraguan akan alih fungsi land mark Makassar tersebut mulai terlihat. Sejak beberapa hari terakhir, Karebosi sudah mulai dipagari.
Akibatnya, akses masuk ke lapangan ini sudah tak sebebas dulu lagi. Fungsi Karebosi sebagai ruang publik yang dinyatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar tidak akan berubah setelah revitalisasi, mulai diragukan. Nyatanya, kini karebosi harus dipagari di beberapa sisi. Apakah pemagaran ini menandakan karebosi masih tetap menjadi ruang publik?

Saat ini, bila ke Karebosi melewati jalan RA Kartini, warga harus berputar ke arah jalan Jend Ahmad Yani untuk bisa masuk ke dalam Karebosi. Hal itu, setelah sisi karebosi yang menghadap ke jalan RA Kartini dipagari.

Dari pantauan Fajar, Sabtu, 04 Oktober, sisi Karebosi jalan RA Kartini dipagari dengan besi terali. Tampak pagar itu, sebagai pembatas permanen. Mulai dari jalan Jend Sudirman, masuk ke RA Kartini, sampai ujung ke jalan Kajaolalido, karebosi telah dibatasi dengan pagar besi sekira sebesar jari telunjuk. Pintu yang disediakan disisi itu, sekilas tidak tampak bila tidak diamati jelas.

Berputar ke jalan Jend Ahmad Yani, di sudut antara jalan Ahmad Yani dan jalan Kajaolalido, tampak ada dua sisi gerbang. Di depannya terpasang rambu larangan untuk masuk melewati gerbang itu.

Untuk masuk ke karebosi di sisi bagian tengah yang menghadap ke jalan Jend Ahmad Yani, ada gerbang yang memang disediakan untuk masuk ke area karebosi. Di sini pun sebelumnya terlihat dijaga ketat. Malah ada petugas parkir yang berjaga di sisi pintu masuk tersebut.

Menanggapi hal ini, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Kota Makassar, Ruslan Abu, mengatakan sama sekali tidak ada niat pemerintah dan investor membatasi akses masuk warga ke Karebosi. Menurutnya, pembangunan pagar tersebut ditujukan demi kenyamanan masyarakat. Khususnya bagi pengunjung yang ingin menikmati permainan sepakbola.

Sebab jauh sebelum pagar itu berdiri, pengunjung Karebosi yang bebas keluar masuk terkadang menyalahgunakan sisi-sisi lapangan dengan mengotorinya. Walhasil, kondisi ini membuat sebagian pengunjung lainnya gerah.

"Waktu Karebosi belum dipagar, mereka bebas keluar masuk. Tapi bukan berarti mereka bebas sebebas-bebasnya. Ada dari mereka yang buang tinja dan kencing sembarangan di pinggir lapangan. Mereka mengotori Karebosi seenaknya. Jadi pagar itu dibangun untuk membatasi ulah seperti ini," paparnya saat dihubungi, Sabtu, 4 Oktober.

Kendati Karebosi dipagari, Ruslan menampik jika pengunjung tak bisa lagi keluar masuk seperti sedia kala. Sebagai public space, katanya, Karebosi tetap milik masyarakat yang bisa dikunjungi kapan saja. Lantaran itu, pengembang tetap membangun pintu.

"Biar pun dipagar, tetap ada pintunya. Pengunjung tetap bebas masuk asal melalui pintu itu. Ini semata-mata demi kenyamanan pengunjung, terutama yang mau berolahraga," katanya. Sementara, untuk penyerahan hasil revitalisasi Karebosi ini, menurutnya akan digelar Desember tahun ini. "Insya Allah akhir tahun ini," ujarnya pendek. (m02-cm5-amr)



  Tambah Komentar
Nama  
Email  
Lokasi  
Komentar
Tulis ulang kode disamping

Ekonomi Bisnis Teknologi Informasi
Produksi Minyak 970 Ribu BPH
Petani Sayur Organik Bidik Pasar Modern
Sahid Klaim Rebut 30 Persen Pasar Hotel
Didukung Bluetooth Speakerphone
Turunkan Cover, Gambar Bisa Direkam
Intertainer Paling Dasyat
Internasional Nasional
Sultan Sakit, Istana Kelantan Sepi
Prahara Manohara Tak Seheboh Siti Hajar
29 Bocah Tewas di Tempat Penitipan Anak
Pengumuman UN SMK Bermasalah
Makassar Terpuruk, Wajo Terbaik
2010, Gaji Guru Naik 100 Persen
Lawan Korupsi Politika
BPKP Periksa Kadis Sosial Luwu
Germak Beberkan Isu Suap di Kejati
BAP Ali Palembang Belum Dilimpahkan
Tiga Anggota KPU Dipecat, Tiga Nonaktif
PDK Bentuk Tim Sukses Hingga Kecamatan
Tim Mega Patungan Buat Baliho
Menakar Kredibilitas Capres
Oleh: Andi Haris (Dosen Sosiologi Politik Universitas Hasanuddin)

Pemilihan presiden (pilpres) akan dilaksanakan dalam beberapa waktu ke depan. Tiga calon yang bakal menduduki sebagai posisi nomor satu di republik ini, sama-sama telah menebar berbagai janji dan programnya. Bukan cuma itu, berbagai spekulasi politikpun bermunculan terutama yang dirilis melalui media massa.
Dari Pengurangan Gaji hingga Outsourcing Percetakan
Catatan: Sukriansyah S Latief

Runtuhnya Kejayaan Media Cetak di Amerika Serikat (2-Selesai)

BERBAGAI cara dilakukan media cetak di Amerika untuk bisa tetap bertahan di masa sulit ini.
Meredam Perselisihan Geng Sekolah
HAMPIR setiap sekolah di Kota Daeng tercinta yang sangat terkenal dengan Coto Makassarnya ini memiliki gang sekolah. Yups, apalagi kalau bukan suatu komunitas yang mengatasnamakan dasar dari solidaritas antar teman. Maybe salah satu dari mereka adalah geng kamu sendiri.

» rubrik
Metro   
Sportif   
Keker   

» wawancara
Ajak Capres Berkompetisi Secara Sehat
Oleh: Sekretaris Tim Kamda SBY-Boediono di Sulsel, Haidar Majid

PILPRES semakin dekat. Tim pemenangan masing-masing paket pun semakin menggencarkan aksi penggalangan dukungannya. Tak terkecuali tim SBY-Boediono.

Ingin Berlangganan
HUB: SIRKULASI
Telp: 0411-440222

Fajar Online
Jl. Racing Centre No. 101
Makassar-Indonesia

Phone:
0411-441441

Fax:
0411-441224 (umum)
441225 (redaksi)
440234 (iklan)
Email:
redaksi@fajar.co.id


Home Arsip Email Iklan Baris Bukutamu Komentar Galeri Ad-Info Profil Statistik