Karebosi Dipagari
(05 Oct 2008, 174 x , Komentar)
Pemkot Berdalih Demi Kenyamanan Pengunjung
MAKASSAR -- Revitalisasi karebosi kini hampir rampung. Carrefour, yang berada di karebosi bahkan kini sudah mulai beroperasi. Tapi seiring jalannya proyek, keraguan akan alih fungsi land mark Makassar tersebut mulai terlihat. Sejak beberapa hari terakhir, Karebosi sudah mulai dipagari.Akibatnya, akses masuk ke lapangan ini sudah tak sebebas dulu lagi. Fungsi Karebosi sebagai ruang publik yang dinyatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar tidak akan berubah setelah revitalisasi, mulai diragukan. Nyatanya, kini karebosi harus dipagari di beberapa sisi. Apakah pemagaran ini menandakan karebosi masih tetap menjadi ruang publik?
Saat ini, bila ke Karebosi melewati jalan RA Kartini, warga harus berputar ke arah jalan Jend Ahmad Yani untuk bisa masuk ke dalam Karebosi. Hal itu, setelah sisi karebosi yang menghadap ke jalan RA Kartini dipagari.
Dari pantauan Fajar, Sabtu, 04 Oktober, sisi Karebosi jalan RA Kartini dipagari dengan besi terali. Tampak pagar itu, sebagai pembatas permanen. Mulai dari jalan Jend Sudirman, masuk ke RA Kartini, sampai ujung ke jalan Kajaolalido, karebosi telah dibatasi dengan pagar besi sekira sebesar jari telunjuk. Pintu yang disediakan disisi itu, sekilas tidak tampak bila tidak diamati jelas.
Berputar ke jalan Jend Ahmad Yani, di sudut antara jalan Ahmad Yani dan jalan Kajaolalido, tampak ada dua sisi gerbang. Di depannya terpasang rambu larangan untuk masuk melewati gerbang itu.
Untuk masuk ke karebosi di sisi bagian tengah yang menghadap ke jalan Jend Ahmad Yani, ada gerbang yang memang disediakan untuk masuk ke area karebosi. Di sini pun sebelumnya terlihat dijaga ketat. Malah ada petugas parkir yang berjaga di sisi pintu masuk tersebut.
Menanggapi hal ini, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Kota Makassar, Ruslan Abu, mengatakan sama sekali tidak ada niat pemerintah dan investor membatasi akses masuk warga ke Karebosi. Menurutnya, pembangunan pagar tersebut ditujukan demi kenyamanan masyarakat. Khususnya bagi pengunjung yang ingin menikmati permainan sepakbola.
Sebab jauh sebelum pagar itu berdiri, pengunjung Karebosi yang bebas keluar masuk terkadang menyalahgunakan sisi-sisi lapangan dengan mengotorinya. Walhasil, kondisi ini membuat sebagian pengunjung lainnya gerah.
"Waktu Karebosi belum dipagar, mereka bebas keluar masuk. Tapi bukan berarti mereka bebas sebebas-bebasnya. Ada dari mereka yang buang tinja dan kencing sembarangan di pinggir lapangan. Mereka mengotori Karebosi seenaknya. Jadi pagar itu dibangun untuk membatasi ulah seperti ini," paparnya saat dihubungi, Sabtu, 4 Oktober.
Kendati Karebosi dipagari, Ruslan menampik jika pengunjung tak bisa lagi keluar masuk seperti sedia kala. Sebagai public space, katanya, Karebosi tetap milik masyarakat yang bisa dikunjungi kapan saja. Lantaran itu, pengembang tetap membangun pintu.
"Biar pun dipagar, tetap ada pintunya. Pengunjung tetap bebas masuk asal melalui pintu itu. Ini semata-mata demi kenyamanan pengunjung, terutama yang mau berolahraga," katanya. Sementara, untuk penyerahan hasil revitalisasi Karebosi ini, menurutnya akan digelar Desember tahun ini. "Insya Allah akhir tahun ini," ujarnya pendek. (m02-cm5-amr)
|